Belajar filosofi kehidupan





BELAJAR FILOSOFI KEHIDUPAN


✋" Saya bukan ingin melihat ๐Ÿ˜Gajah " ❌

Alkisah dahulu ada seorang anak muda yang datang dari daerah Andalusia (Spanyol). Dia melakukan safar (perjalanan) jauh ke Kota madinah Al munawarah untuk menuntut ilmu.

Pilihan nya jatuh pada majelis Ilmu : Al imam Malik Rahimahullah. Ketika itu di masjid Nabawi, Imam malik sedang membacakan hadits Nabi -shollallahu 'alaihi wa sallam-. di tengah kerumunan murid-muridnya.

Tiba-tiba  terdengarlah suara seseorang yang berteriak :

"  Ada Gajah masuk ke Kota ❗"

Rupanya ada serombongan musafir masuk ke kota madinah sambil membawa hewan Gajah 

Sontak penduduk Madinah yang tidak pernah melihat Hewan jenis ๐Ÿ˜ itu dari dekat, termasuk murid-murid Imam malik yang sedang berkumpul saat itu, mereka semua berhamburan keluar, meninggalkan majelis ilmu tersebut, karena ingin melihat GAJAH ๐Ÿ˜

Tidak ada yang tersisa, kecuali seorang anak muda yang berasal dari Andalusia itu. Dia tidak beranjak dari posisi duduknya.
sambil matanya menatap wajah sang imam.

Kemudian Imam malik rahimahullah bertanya padanya :

" Mengapa engkau tidak keluar untuk melihat Gajah ๐Ÿ˜ ? "

Anak muda itu menjawab :

" Saya ini Jauh-Jauh datang dari ANDALUSIA ..
hanya untuk 'melihat' (menuntut Ilmu) pada Antum "
dan Bukan untuk melihat Gajah ๐Ÿ˜❌"

Rupanya jawaban si Anak muda ini membuat sang Imam Kagum. Maka sejak peristiwa itu Imam Malik menjuluki-nya dengan sebutan ‘aqilu Andalus’ (lelaki berakal dari Andalusia).

Si Anak muda itu bernama :  "Yahya Ibnu Yahya Al Laitsi Al Andalus". Beliau rahimahullah termasuk murid Imam Malik yang mashyur. Bahkan dengan sebab kesungguhan dan komitmennya dalam mencari ilmu seperti ini, ALLAH TA'ALA menakdirkan sebuah balasan yang luar biasa bagi Yahya bin Yahya al laitsi, yaitu riwayat kitab hadits Al Muwatha' karya Imam Malik yang tersebar ke penjuru dunia, dari timur dan baratnya, dan yang menjadi rujukan adalah riwayat Yahya bin Yahya al laitsi.
Imam Muslim dalam kitab Shohih-nya juga meriwayatkan dari jalan Yahya bin Yahya al laitsi. ( 1️⃣️ )

Beliau (Yahya bin Yahya al laitsi) rahimahullah mencontohkan kepada para Tholabul ilmi agar bersungguh-sungguh dalam amalan menutut ilmu agama. dan jangan terpengaruh dengan hal-hal sekecil apapun yang dapat menggangu konsentrasi belajar.

Seorang salaf berkata , ุงู„ุนู„ู… ุฅุฐุง ุฅุนุทุงูƒ ูƒู„ูƒ ู„ุง ูŠุนุทูŠูƒ ุฅู„ุง ุจุนุถู‡

("iLmu itu, bila semua potensimu kau curahkan untuk meraihnya dia tidak akan memberimu melainkan setengahnya saja").

Nah bagaimana kalau niat kita belajar setengah-setengah saja ?

Maka bersungguh-sungguhlah dalam menuntut ilmu.

Dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiallahu ‘anhu dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ู…ู† ูŠุฑุฏ ุงู„ู„ู‡ ุจู‡ ุฎูŠุฑุง ูŠูู‚ู‡ู‡ ููŠ ุงู„ุฏูŠู†

“Barangsiapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan, maka Dia akan memahamkan baginya agama (Islam).” ( 2️⃣️ )

Wallahu A'lam

_______

Dikisahkan oleh Imam Ad Dzahabi rahimahullah.

Di nukil dalam kitab 'Al I'tisham bil kitabi was sunnah" ๐Ÿ“™

✒_karya syaikh Shalih bin 'Abdul 'Aziz รฃlusy syaikh.

1️⃣️ ู„ู…ูˆุทุฃ ุจุฑูˆุงูŠุฉ ูŠุญูŠ ุจู† ูŠุญูŠ ุงู„ู„ูŠุซูŠ
ูˆุนู„ูŠู‡ ุฒูŠุงุฏุงุช ุฑูˆุงูŠุฉ ุฃุจูŠ ู…ุตุนุจ ุงู„ุฒู‡ุฑูŠ ุงู„ู…ุฏู†ูŠ ูˆุฑูˆุงูŠุฉ ู…ุญู…ุฏ ุจู† ุงู„ุญุณู† ุงู„ุดูŠุจุงู†ูŠ
Al-Muwatho' bi Riwayati Yahya bin Yahya al-Laitsi ๐Ÿ““

2️⃣️HR. al-Bukhari (no. 2948) dan Muslim (no. 1037)

Makna yang bisa kita ambil adalah Didalam menggapai angan _angan & cita_cita pasti akan banyak yang menjadi godaan penunda misi pertama dalam.pemikiran .. Akan tetapi jika prinsip itu sudah benar2 tertanam dalam hati & diri yg mendalam .. Insyaallah seberapa besar godaan itu bisa terlampaui dengan baik .. Semangat untuk generasi yang lebih baik selalu semangat & optimis ...๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช


Comments